Hadapi Dampak Corona, OJK Keluarkan Kebijakan Relaksasi dan Restrukturisasi

By ADMIN 17 Apr 2020, 12:13:37 WIB Kegiatan
Hadapi Dampak Corona, OJK Keluarkan Kebijakan Relaksasi dan Restrukturisasi

Keterangan Gambar : OJK Keluarkan Kebijakan Relaksasi dan Restrukturisasi sebagai Antisipasi Dampak Corona


Kamis (16/4) Pemerintah Kabupaten Purworejo melakukan Vicon Bersama  Kepala Daerah se Jateng dan DIY berkenaan dengan Kebijakan yang dikeluarkan OJK. Virus corona tidak hanya memiliki dampak untuk kesehatan. Dampak Virus corona juga berpengaruh bagi perekonomian. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kelonggaran (relaksasi) dan restrukturisasi untuk menjaga pertumbuhan perekonomian nasional sebagai kebijakan dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat kebijakan yang melonggarkan perhitungan kolektibilitas kredit di perbankan dari sebelumnya menggunakan pertimbangan tiga pilar menjadi hanya satu pilar. Perhitungan kolektibilitas kredit sampai Rp 10 miliar, hanya didasarkan pada satu pilar yaitu ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga. Restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan Bank tanpa batasan plafon kredit. Kebijakan countercyclical alias Restrukturisasi itu mulai berlaku tanggal 30/3/2020.

Kelonggaran diberikan OJK kepada perusahaan pembiayaan atau multifinance, dana pensiun, dan perusahaan perasuransian guna menghadapi dampak pandemi corona. Untuk mendapat fasilitas ini, debitur harus mengajukan keringanan kepada bank atau leasing, dengan menyampaikan permohonan. Adapun jika pengajuan keringanan dilakukan secara kolektif, semisal melalui perusahaan, direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank atau leasing.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengajukan keringanan kredit kepada bank atau leasing: Pertama, mengajukan permohonan restrukturisasi ke bank atau leasing (perusahaan pembiayaan) yang dapat disampaikan online, atau dapat dilakukan secara kolektif melalui perusahaan. Kedua, Bank atau leasing melakukan asesment, yang diperiksa adalah: (1) Apakah debitur terdampak langsung atau tidak langsung (oleh efek pandemi); (2) Historis pembayaran pokok/bunga, dan lain sebagainya. Ketiga, Bank atau leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur dan diskusi debitur untuk menentukan bentuk keringanan. Keempat, keringanan dapat diberikan dalam periode waktu maksimum 1 tahun. Kelima, Pengumuman Restrukturisasi/keringanan debitur bagi bank atau leasing dapat dilihat di website OJK www.ojk.go.id pada info kanal terkini. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment

Instagram

Twitter


Counter Pengunjung