Pemkab Purworejo Serius Cegah Penyakit Malaria dan DBD

By ADMIN 25 Sep 2019, 19:32:46 WIB Kegiatan
Pemkab Purworejo Serius Cegah Penyakit Malaria dan DBD

Keterangan Gambar : Foto Bersama dalam Kegiatan Critical Voice Point di Pendopo Kabupaten Purworejo


Hasil analisis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa Kabupaten Purworejo berhasil dalam mencegah dan mengendalikan penyakit menular, malaria dan demam berdarah. Hal ini disampaikan oleh dr. Titik Murhayati, M.Kes, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada kegiatan Critical Voice Point (CVP) di Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (18/09).

Mengusung tema “Keseriusan Pemkab Purworejo Dalam Pencegahan Penyakit Menular (Malaria dan Demam Berdarah), kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika ini dihadiri oleh Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah terkait serta jajaran kesehatan dari tingkat kabupaten hingga desa. Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Titik menilai, Pemkab Purworejo telah membuktikan keseriusannya dalam mencegah malaria dan demam berdarah dengan penurunan jumlah eliminasi malaria indegenous pada tahun 2019.

Menurut data, terdapat delapan desa yang menjadi titik fokus malaria di Kabupaten Purworejo pada tahun 2018-2019 yaitu di Bener, Loano, Kaligesing, Banyuasin, Dadirejo, Gebang, Purworejo, dan Cangkrep. Beberapa tantangan pencegahan malaria dan demam berdarah di Kabupaten Purworejo yakni dari faktor geografis, yakni daerah reseptif dan daerah perbatasan, sehingga pencegahan penyakit ini perlu dilakukan secara serentak.

Pencegahan malaria dan demam berdarah, Titik menambahkan, perlu dimulai dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sumber malaria dan demam berdarah yang berasal dari nyamuk dapat dihindari dengan mengurangi jentik nyamuk di lingkungan sekitar tempat tinggal serta menggunakan kelambu saat malam hari. 

Pencegahan penyakit menular juga perlu didukung oleh peran serta lembaga terkait mulai dari DPRD, Bappeda, Sektor Pariwisata, Humas, PU, Peternakan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan, dan berbagai sektor lainnya. Melalui dukungan tersebut, diharapkan Kabupaten Purworejo dapat bebas dari malaria pada tahun 2023 berdasarkan penilaian WHO.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Instagram

Twitter


Counter Pengunjung